Ads block

Banner 728x90px

Bab VII: Kerajaan-Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia


 


1. Masuknya Agama dan Kebudayaan Hindu-Buddha

Masuknya pengaruh India ke Nusantara merupakan titik balik dimulainya Masa Aksara di Indonesia. Proses ini dijelaskan melalui beberapa teori utama:

  • Teori Brahmana: Dibawa oleh para pendeta atas undangan penguasa lokal.
  • Teori Ksatria: Dibawa oleh para prajurit atau bangsawan yang melarikan diri dari konflik di India.
  • Teori Waisya: Dibawa oleh para pedagang yang menjalin hubungan ekonomi.
  • Teori Arus Balik: Orang Indonesia sendiri yang belajar ke India dan membawa pulang ilmunya.


2. Kerajaan Hindu-Buddha Tertua di Nusantara

A. Kerajaan Kutai (Abad ke-4 M)

Berlokasi di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Kutai adalah kerajaan Hindu tertua di Indonesia.

  • Prasasti Yupa: Tujuh buah tiang batu yang ditulis dalam huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta.
  • Raja Terkenal: Mulawarman, yang dikenal dermawan karena menyedekahkan 20.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana.

B. Kerajaan Tarumanegara (Abad ke-5 M)

Berpusat di wilayah Jawa Barat (sekitar Bogor dan Bekasi).

  • Prasasti Ciaruteun: Terdapat cetakan telapak kaki Raja Purnawarman yang diibaratkan sebagai kaki Dewa Wisnu.
  • Pencapaian: Pembangunan saluran irigasi Sungai Gomati sepanjang 12 km untuk mencegah banjir dan mengairi lahan pertanian.


3. Kerajaan Mataram Kuno: Keharmonisan Dua Dinasti

Terletak di Jawa Tengah, kerajaan ini unik karena menjadi tempat bertemunya dua dinasti besar: Sanjaya (Hindu) dan Syailendra (Buddha).

  • Peninggalan Megah: Dinasti Syailendra membangun Candi Borobudur, sementara Dinasti Sanjaya membangun Kompleks Candi Prambanan.
  • Toleransi: Meskipun berbeda keyakinan, masyarakat hidup berdampingan, yang dibuktikan dengan keterlibatan kedua dinasti dalam pembangunan candi satu sama lain.


4. Kerajaan Sriwijaya: Imperium Maritim (Abad ke-7 - 13 M)

Berpusat di Palembang, Sumatera Selatan, Sriwijaya berkembang menjadi kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara.

  • Pusat Perdagangan: Menguasai Selat Malaka yang merupakan jalur utama perdagangan antara Tiongkok dan India.
  • Pusat Pendidikan: Menjadi pusat studi agama Buddha internasional. Biksu dari Tiongkok seperti I-Tsing menyarankan para pelajar untuk tinggal di Sriwijaya sebelum melanjutkan studi ke India.
  • Kekuatan Armada: Memiliki angkatan laut yang sangat kuat untuk menjaga keamanan jalur perdagangan dari bajak laut.


5. Masa Keemasan Majapahit (Abad ke-13 - 16 M)

Majapahit adalah kerajaan yang berhasil mempersatukan wilayah Nusantara hampir seluas wilayah Indonesia saat ini.

  • Raden Wijaya: Pendiri kerajaan setelah berhasil mengalahkan pasukan Mongol (Kublai Khan).
  • Hayam Wuruk & Gajah Mada: Di bawah kepemimpinan Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada, Majapahit mencapai puncak kejayaannya.
  • Sumpah Palapa: Ikrar legendaris Gajah Mada untuk tidak menikmati kesenangan dunia sebelum berhasil mempersatukan Nusantara.
  • Kitab Sutasoma: Karya Mpu Tantular yang memuat kalimat "Bhinneka Tunggal Ika", yang kini menjadi semboyan negara kita.


6. Struktur Sosial dan Ekonomi Masyarakat

Masuknya pengaruh Hindu-Buddha mengubah struktur kepemimpinan dan ekonomi di Nusantara:

  • Sistem Dewaraja: Konsep di mana raja dianggap sebagai titisan dewa di bumi, memberikan legitimasi kekuasaan yang mutlak.
  • Sistem Kasta: Meskipun ada, penerapan kasta di Indonesia tidak sekaku di India, karena masih kuatnya tradisi lokal.
  • Ekonomi: Terjadi spesialisasi antara kerajaan agraris (Mataram Kuno) yang berfokus pada hasil bumi, dan kerajaan maritim (Sriwijaya) yang berfokus pada perdagangan laut.


7. Warisan Budaya Hindu-Buddha di Masa Kini

Zaman ini meninggalkan warisan yang sangat dalam bagi identitas bangsa Indonesia:

  1. Arsitektur: Teknik pembangunan candi, gapura, dan patung.
  2. Kesusastraan: Pengaruh epos Mahabharata dan Ramayana dalam seni pertunjukan seperti Wayang Kulit.
  3. Bahasa: Ribuan kosa kata bahasa Indonesia merupakan serapan dari bahasa Sanskerta (seperti: Negara, Agama, Budaya, Mahardika).
  4. Sistem Kalender: Penggunaan kalender Saka yang masih digunakan dalam perayaan Hari Raya Nyepi.


Kesimpulan: Masa Hindu-Buddha adalah masa di mana Indonesia mulai dikenal di kancah internasional. Nilai-nilai persatuan, toleransi, dan kemajuan maritim dari masa ini tetap menjadi inspirasi utama bagi pembangunan bangsa hingga hari ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar