1. Masuknya Agama dan Kebudayaan Hindu-Buddha
Masuknya pengaruh India ke Nusantara merupakan titik balik dimulainya Masa Aksara di Indonesia. Proses ini dijelaskan melalui beberapa teori utama:
- Teori Brahmana: Dibawa oleh para pendeta atas undangan penguasa lokal.
- Teori Ksatria: Dibawa oleh para prajurit atau bangsawan yang melarikan diri dari konflik di India.
- Teori Waisya: Dibawa oleh para pedagang yang menjalin hubungan ekonomi.
- Teori Arus Balik: Orang Indonesia sendiri yang belajar ke India dan membawa pulang ilmunya.
2. Kerajaan Hindu-Buddha Tertua di Nusantara
A. Kerajaan Kutai (Abad ke-4 M)
Berlokasi di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Kutai adalah kerajaan Hindu tertua di Indonesia.
- Prasasti Yupa: Tujuh buah tiang batu yang ditulis dalam huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta.
- Raja Terkenal: Mulawarman, yang dikenal dermawan karena menyedekahkan 20.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana.
B. Kerajaan Tarumanegara (Abad ke-5 M)
Berpusat di wilayah Jawa Barat (sekitar Bogor dan Bekasi).
- Prasasti Ciaruteun: Terdapat cetakan telapak kaki Raja Purnawarman yang diibaratkan sebagai kaki Dewa Wisnu.
- Pencapaian: Pembangunan saluran irigasi Sungai Gomati sepanjang 12 km untuk mencegah banjir dan mengairi lahan pertanian.
3. Kerajaan Mataram Kuno: Keharmonisan Dua Dinasti
Terletak di Jawa Tengah, kerajaan ini unik karena menjadi tempat bertemunya dua dinasti besar: Sanjaya (Hindu) dan Syailendra (Buddha).
- Peninggalan Megah: Dinasti Syailendra membangun Candi Borobudur, sementara Dinasti Sanjaya membangun Kompleks Candi Prambanan.
- Toleransi: Meskipun berbeda keyakinan, masyarakat hidup berdampingan, yang dibuktikan dengan keterlibatan kedua dinasti dalam pembangunan candi satu sama lain.
4. Kerajaan Sriwijaya: Imperium Maritim (Abad ke-7 - 13 M)
Berpusat di Palembang, Sumatera Selatan, Sriwijaya berkembang menjadi kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara.
- Pusat Perdagangan: Menguasai Selat Malaka yang merupakan jalur utama perdagangan antara Tiongkok dan India.
- Pusat Pendidikan: Menjadi pusat studi agama Buddha internasional. Biksu dari Tiongkok seperti I-Tsing menyarankan para pelajar untuk tinggal di Sriwijaya sebelum melanjutkan studi ke India.
- Kekuatan Armada: Memiliki angkatan laut yang sangat kuat untuk menjaga keamanan jalur perdagangan dari bajak laut.
5. Masa Keemasan Majapahit (Abad ke-13 - 16 M)
Majapahit adalah kerajaan yang berhasil mempersatukan wilayah Nusantara hampir seluas wilayah Indonesia saat ini.
- Raden Wijaya: Pendiri kerajaan setelah berhasil mengalahkan pasukan Mongol (Kublai Khan).
- Hayam Wuruk & Gajah Mada: Di bawah kepemimpinan Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada, Majapahit mencapai puncak kejayaannya.
- Sumpah Palapa: Ikrar legendaris Gajah Mada untuk tidak menikmati kesenangan dunia sebelum berhasil mempersatukan Nusantara.
- Kitab Sutasoma: Karya Mpu Tantular yang memuat kalimat "Bhinneka Tunggal Ika", yang kini menjadi semboyan negara kita.
6. Struktur Sosial dan Ekonomi Masyarakat
Masuknya pengaruh Hindu-Buddha mengubah struktur kepemimpinan dan ekonomi di Nusantara:
- Sistem Dewaraja: Konsep di mana raja dianggap sebagai titisan dewa di bumi, memberikan legitimasi kekuasaan yang mutlak.
- Sistem Kasta: Meskipun ada, penerapan kasta di Indonesia tidak sekaku di India, karena masih kuatnya tradisi lokal.
- Ekonomi: Terjadi spesialisasi antara kerajaan agraris (Mataram Kuno) yang berfokus pada hasil bumi, dan kerajaan maritim (Sriwijaya) yang berfokus pada perdagangan laut.
7. Warisan Budaya Hindu-Buddha di Masa Kini
Zaman ini meninggalkan warisan yang sangat dalam bagi identitas bangsa Indonesia:
- Arsitektur: Teknik pembangunan candi, gapura, dan patung.
- Kesusastraan: Pengaruh epos Mahabharata dan Ramayana dalam seni pertunjukan seperti Wayang Kulit.
- Bahasa: Ribuan kosa kata bahasa Indonesia merupakan serapan dari bahasa Sanskerta (seperti: Negara, Agama, Budaya, Mahardika).
- Sistem Kalender: Penggunaan kalender Saka yang masih digunakan dalam perayaan Hari Raya Nyepi.
Kesimpulan: Masa Hindu-Buddha adalah masa di mana Indonesia mulai dikenal di kancah internasional. Nilai-nilai persatuan, toleransi, dan kemajuan maritim dari masa ini tetap menjadi inspirasi utama bagi pembangunan bangsa hingga hari ini.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar